Artist and Talent

Helmy Yahya

Helmy Yahya

Presenter, Master of Ceremony

Helmy Yahya (lahir di Palembang, Sumatera Selatan, 6 Maret 1963; umur 47 tahun) adalah seorang pembawa acara televisi di Indonesia. Dia juga dikenal sebagai Raja Kuis Indonesia setelah Ani Sumadi karena banyak menelurkan baik kuis-kuis lokal rancangannya bersama tim. Kuis-kuis adaptasi dari luar negeri yang ditayangkan di televisi-televisi Indonesia juga merupakan bagian dari sentuhan tangannya. Beberapa acara realitas dan acara-acara televisi lainnya juga kelolanya.

Selain aktif sebagai presenter, Helmy juga menulis cerita yang dituangkannya dalam beberapa pustaka antara lain Buku Humor “Gelitik Tawa Cara Amerika” , Pustaka Jeka, 1985; Buku Humor “Tanya Serius Jawab Santai” , Pustaka Jeka 1986; Buku Remaja serial Lintar “Ketika Musim Duren Tiba” , Pustaka Jeka 1986; Buku Remaja serial Lintar “Balada Johny dan Retno” , Pustaka Jeka 1987; Buku Remaja serial Lintar “Cinta Elektrik” , Pustaka Jeka 1987; Buku Remaja serial Lola “Blok M, Bakal Lokasi Mejeng” , Pustaka Jeka 1988; Program PhD in Business (Marketing) pada JIMS , Jakarta, belum selesai; dan Buku Joshua Oh Joshua , Gramedia 2000. (more…)

AstridLea

AstridLea

(Solo Piano, Trio, Combo, Chamber, small Band, Light Orchestra, Big Band, Light Orchestra, Orchestra, Etc). Music Accompanist for Your special occasions, Corporated Gathering, Wedding Ceremony etc.

Starting from a very young age of four, Astrid Lea began her distinguished talent by studying classical piano at YPM with Ms. Sie Swan Liong. Thrgoughout her musical career, she had received various master class awards from maestros in the names of Pawel Skrzypek, Olivier Cazal, Paul Maillet and more.
At the age of 17,Astrid established her career as a live performance musician for leading 5 stars hotels in Jakarta. Her orchestra debut started with Idris Sardi in ading conductors. Amongst them Jimmy Manopo, Widya Kristianty and Tya Subiakto. In 2006, Astrid also became music director where she led the XXI Light Orchestra at the XXI Club.

Trie Utami

Trie Utami

Trie Utami lahir di Bandung, dia adalah seorang penyanyi dan pencipta lagu Indonesia berbakat yang berhasil memenangkan berbagai lomba menyanyi dan mencipta lagu baik di dalam negri maupun luar negri. Contoh prestasinya diantaranya: Juara Festival Penyanyi Lagu Populer Indonesia, tahun 1989, runner up dalam ABU (Asia Pasific Broadcasting Union) Golden Kite World Song Festival di Kuala Lumpur tahun 1990, Grand Prix Winner di ajang The Golden Stag International Singing Contest di Brasov, Rumania (1992). Ia juga dinobatkan sebagai pemenang dalam ABU International Anthem di Bangkok (2000), serta terpilih sebagai Penyanyi Jazz Wanita Terbaik versi News Music pada tahun yang sama.

Awal karier profesional Trie Utami adalah saat dia ‘dilamar’ oleh Krakatau, grup band beraliran jazz yang sangat masyhur saat itu. Bersama Krakatau, dia membut album pertamanya tahun 1986 bertajuk First Album. Sejumlah lagu yang sempat menjadi hit, antara lain “Kau Datang”, “Untuk Ayah dan Ibu” (ciptaannya sendiri), serta “Nurlela 1” dan “Nurlela 2”. Yang terakhir ini dinyanyikannya berempat bareng Vina Panduwinata, Atiek CB, dan Malyda, yang tergabung dalam kelompok Rumpies. (more…)

Tara Kardha

Tara Kardha

Asian Laser Ilusionist

MARI RAIH PENGALAMAN DUNIA HIBURAN MAGIC YANG BARU!

Seorang magician yang luar biasa di kombinasikan dengan cerita teatrical dan pengarah show yang memukau menciptakan pertunjukan yang sempurna dan menakjubkan didepan mata anda. Pertunjukan Tara Kardha tidak hanya menampilkan pertunjukan sulap/magic, tapi hiburan yang lengkap dan terkonsep, sesuai dengan event dan venue yang ada. Tara Kardha satu dari sedikit magician yang bisa memberi kita pengalaman baru dalam hiburan magic. Idenya, bakat dan kemampuannya serta pesonanya mampu memberikan itu semua.

A TALE of TARA KARDHA

Lahir di bali, 5 Juli 1983, perjalanan ke dunia magic Tara kardha dimulai sejak usia 9 tahun ketika pertama kali dia terpaku dan terpukau melihat pertunjukan sulap oleh Lance Burton. Seketika itu dia mempunyai cita-cita dan impian untuk menekuni jalan didunia magic seperti Lance Burton dan membuat orang terpukau. (more…)

Didik Nini Thowok

Didik Nini Thowok

Didik Hadiprayitno, or better known as Didik Nini Thowok was born in the small town of Temanggung Central Java on the 13th of November 1954. A graduate of ASTI/ISI in 1982.

Didik Nini Thowok’s fame propelled him throughout Indonesia for his unique style; combining classical, folk, modern and comedic dance form. He ls one of the few artist who continues the long tradition of Traditional Cross Gender in the dance form. His talent in impersonating female characters as well as his incredible skill in various dance traditions such as topeng (mask dance), Sundanese, Cirebon, Balinese, and of course Central Javanese; has on many occasions dumfounded the audience In determining the gender of the artist. Didik Nini Thowok has performed for the highest dignitaries throughout the world.

The name Didik Nini Thowok is identically well known with humorous dances movement pattern. Apparently, in Didik Nini Thowok’s concept and idea, dances have become a vehicle to entertain and to cheer up the heart and soul of the public. On the stage, he transforms into a coquettish and cheerful dancer, but lots of people accused him commercial in return. That’s the result of his struggle over 20 years to find his own dance characteristics creation. It is said that to dance not as the way people dance generally. His dance creations shown in public always reflect the cheerful spirit and are being presented in some fresh styles and formats. Most of them were inspired by the traditional dances that came from various sub ethnics that lie within the Indonesian archipelago

SNADA

SNADA

Nasyid Indonesia

SNADA Nasyid yang dikenal sebagai group Nasyid Indonesia telah cukup banyak menerbitkan lagu-lagu hits, diantaranya Neo Shalawat yang sejak awal pemunculannya sudah membawa nafas baru bagi dunia nasyid saat itu.
Lagu-lagu seperti “Belajar Dari Ibrahim” dan “Kasih Putih” yang diciptakan oleh Trie Utami, juga adalah beberapa lagu yang populer di masyarakat pencinta nasyid.

SNADA telah merilis 15 Album, diantara album tersebut Sempat menjadi nominator dalam AMI (Anugrah Musik Indonesia 2012), SNADA dan SNADA Kids dengan lagu “Aku Anak Soleh” untuk kategori Lagu Terbaik dan kategori Artist Duo/Group Terbaik.

diDDi AGePhe

diDDi AGePhe

diDDi AGePhe (Didi AGP) adalah salah seorang penata musik yang namanya sering kita lihat pada beberapa sinetron dan film sebagai ilustrator musik. Musikus ini dikenal sebagai komponis bernuansa kontemporer elektronik. Beberapa karya ilustrasinya pernah masuk sebagai nominasi dalam ajang FFI tahun 1992 lewat film Nada & Dakwah, Rini Tomboy. diDDI dikenal sebagai ikon musik Etno Techno, itu karna dia intens mengerjakan proyek musik yang sarat dengan nuansa electronic futuristik maupun musik etnik tradisi indonesia dimana dia merangkap sebagai pemain perkusi sekaligus suling-suling tradisi.

Karya-karyanya juga dipakai sebagai ilustrasi musik di film-film layar lebar dan sinetron. Mungkin salah satunya pernah Anda tonton. diDDI, adalah musisi dan komponis senior. Karya musiknya telah menghiasi lebih dari 1200 episode sinetron yang diputar di beberapa stasiun televisi nasional serta lebih dari 32 film layar lebar, Di antaranya ; sinetron Jinny Oh Jinny, Pernikahan Dini, Suster Ngepot, Samson , Dua Pelangi, Lika-liku laki-Laki, Duyung Kembar, Sinema Komedi, Layar Komedi, Kanan Kiri Oke, Garda Pati dan banyak lagi. (more…)

Mo Sidik

Mo Sidik

Stand Up Comedy

Mo Sidik is an Indonesian stand-up comedian, was born in Padang, now live in Jakarta, start his entertainment career as a radio announcer in Bandung, such as OZ and Ardan.

Beside stand-up comedy, he also a professional MC, host and moderator. He also play role in some Indonesian movies and TV series, such as Comic 8 Kasino Kings, Manusia Setengah Salmon, Jin & Jun, etc.

He started his stand-up comedy career in 2011, mostly he do stand-up comedy for corporate events. He was finalist Stand-up Comedy Indonesia (SUCI) competition in Kompas TV, a Mentor at Stand Comedy Academy (SUCA) and in 2017 he start his big tour called #Fattitude in many cities in Indonesia, Singapore, Malaysia, Vietnam, Japan, South Korea, China, Australia, Germany, etc.